Keutamaan Ziarah Kubur

Bulan suci Ramadhan hampir tiba. Hanya tinggal menghitung hari saja kita akan dipertemukan dengan bulan penuh berkah ini. Berbagai macam amalan dilakukan untuk menyambut kedatangan bulan nan mulia ini. Salah satu amalan yang dilakukan adalah ziarah kubur.

Ziarah kubur atau dalam bahasa Jawa disebut nyekar adalah kegiatan mengunjungi pemakaman atau komplek pesarean untuk mengirim do’a kepada arwah leluhur kita. Kegiatan ini rutin dilakukan saat menjelang bulan Ramadhan khususnya di wilayah pulau Jawa.

Ziarah dalam hal ini dibedakan menjadi dua macam. Yang pertama adalah ziarah ke makam keluarga, kerabat, nenek moyang, dan pendahulu kita guna mengirimkan do’a kepada mereka agar dimudahkan atas mereka urusan kuburnya. Ziarah yang kedua yaitu dengan mengunjungi makam para wali, para kiai, dan para guru besar. Tujuannya tentu berbeda dengan ziarah yang pertama. Dalam hal ini, peziarah berdo’a, tawasul, dan memohon kepada Allah atas wasilah dari para wali.

Ziarah kubur memberikan banyak pelajaran dan amanah yang dapat diambil dari para peziarah. Salah satunya adalah memberikan kesadaran bahwa setiap yang bernyawa, pasti akan mengalami yang namanya kematian. Dan kematian itu bisa terjadi kepada siapa saja baik tua maupun muda, dalam keadaan sakit maupun sehat.

Dalam kitab Nashaihul ‘Ibad , Syaikh Nawawi Al-Bantani mengatakan bahwa ada 4 tujuan dari ziarah kubur, yaitu :

  1. Ziarah untuk mengingat kematian dan mengingat akhirat. Ketika kita memasuki kawasan pemakaman, tentu akan ada pemikiran bahwa kita akan menyusul mereka (para penghuni kubur). Hal ini akan membuat kita senantiasa ingat untuk selalu beribadah mempersiapkan segalanya agar memiliki bekal kelak di akhirat.
  2. Ziarah untuk mendoakan orang yang telah meninggal. Mendoakan orang yang sudah wafat sangat bermanfaat bagi mayit. Antara lain do’a itu dapat meringkankan beban siksa kubur bagi si mayit. Dan bagi orang tua yang memiliki anak yang sholeh dan sholehah, maka do’a-do’a mereka bisa menjadi amal jariyah bagi kedua orang tuanya, dengan kata lain amalan yang tidak akan terputus pahalanya.
  3. Ziarah untuk mendapatkan keberkahan. Ziarah untuk mendapatkan keberkahan biasanya dilakukan kepada para wali Allah atau para kekasih Allah dengan tujuan memohon wasilah atau perantara dari do’a-do’a kita kepada Allah S.W.T.
  4. Ziarah sebagai pemenuhan hak ahli kubur. Hal ini diharapkan supaya peziarah selalu ingat kepada ahli kuburnya dan senantiasa mendoakannya. Ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dari peziarah kepada ahli kubur. Jika dalam lingkup anak dan orang tua, maka ini bisa dijadikan sebagai bentuk ketaatan dan berbaktinya anak kepada orang tuanya.

Dari sedikit penjelasan di atas, tentu bisa disimpulkan bahwa banyak sekali keutamaan ziarah kubur bagi mereka yang melakukannya. Karena sesungguhnya antara dunia dan akhirat itu hanya dipisahkan oleh kematian. Dan keberkahan kubur bagi orang yang sudah wafat itu datang dari do’a-do’a yang dihaturkan kepadanya.

by : SKP MEDIA CENTER

1 Comment

  1. Author

    Terima kasih ilmu nya. Sangat Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *