Fasal 17 | Seorang Aalim hendaknya mensinkronisasikan akhlak dengan perbuatannya (Penjelasan Kitab Adabul Aalim wal Muta’alim)

Fasal 17

والسابع عشر ان يطهر باطنه ثمّ ظاهره من الاخلاق الرديىٔة، ويعمره بالاخلاق المرضيّة، فمن الاخلاق الرذيلة ويعمره بالاخلاق المرضيّة، فمن الاخلاق الرذيلة الغل والحسد والبغى والغضب لغير اللّه تعالى والغش و الكبر والرياء والعجب والسمعة والبخل والبطر والطمع والخيلاء والتنافس فى الدنيا والمباهاة والمداهنة والتزين للناس وحب المدح بما لم يفعل والعمى عن عيوب النفس والاشتغال عنها بعيوب الخلق والحميّة والعصبية لغير اللّه تعالى والغيبة والنميمة والبهتان والكذب والفخش فى القول واحتقار النّاس، فالحذرالحذر من هذه الصفات الخبيشة والاخلاق الرذيلة، فانهاباب كل شر. بل هي الشرّ كله وقد بلى بعض اصحاب النفس الخبيشة.

Penjelasan :

Tujuh belas, membersihkan hati dan tindakanya dari akhlaq akhlaq yang jelek dan diteruskan untuk merealisasikanya dalam perbuatan-perbuatan yang konkrit dan baik. Termasuk akhlaq yang tidak baik, rendah adalah; hasud, khianat, marah bukan karena Allah, menipu, sombong, riya’, membanggakan diri, supaya didengar orang, pelit, angkuh, tamak, menyombongkam diri sendiri, boros, bermewahmewahan, berhias diri dihadapan orang lain, senang di puji oleh orang lain terhadap sesutau yang tidak pernah ia kerjakan, pura-pura tidak tahu terhadap aibnya sendiri, selau memperhatikan aib orang lain, urakan, terlalu fanatik pada sesuatu selain Allah ( Ta’assub ), suka membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, berkata jelek, dan menghina orang lain. Ustadz harus menghindarkan diri dari sifat-sifat yang jelek dan budi pekerti yang tidak baik, karena sifat yang telah disebutkan di atas merupakan pintu dari setiap kejelekan, bahkan seluruh kejelekan berawal dan masuk dari sifat tersbut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *