Fasal 16 | Bagaimana cara seorang Aalim bergaul dengan sesama..? (Penjelasan kitab Adabul Alim wa Muta’alim)

Fasal 16

السادس عشر ان يعامل الناس بمكارم الاخلاق من طلاقة الوجه وافشاءالسلام واطعام الطعام وكظم الغيظ، وكف الاذى عن النّاس واحتماله منهم، والاءيثاروترك الاستىٔثار، والاءنصاف وترك الاستنصف وشكر الافضل واتجاد الراحة واسعة فى فضاء الحاجة. وبذل الجاجه فى الشفاعة، والتلطف بالفقراء، والتحبب الى الجيران والاقرباء والرفق بااطلبة واعانتهم وبرهم، واذارأى من الايتم صلاته وطهارته او شيأمن الواجبات ارشده بتلطف ورفق كما فعل النبى صلى اللّه عليه و سلم مع الاعرابى الاذى بلا في المسجد، ومع معاوية بن الحكم حين

Penjelasan :

Bergaul dengan orang lain dengan akhlaq yang baik seperti menampakkan wajah yang berseri-seri, ceria, menyebar luaskan salam , memberikan makanan, menahan rasa amarah dalam jiwa, menahan diri agar tidak menyakiti orang lain, menanggung dan bersabar apabila disakiti oleh orang lain, mendahulukan orang lain, tidak meminta orang lain supaya mengutamakan dirinya, mengabdi kepada orang lain, tidak mau dirinya dijadikan sebagai tuan, mensyukuri terhadap kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah kepada dirinya, membuat dirinya sendiri menjadi tenang, berusaha untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya, mempertaruhkan jabatan, pangkat untuk menolong orang lain , belas kasihan kepada fakir miskin, selalu mengasihi kepada para tetangga, sanak kerabat, selau mengasihi kepada para murid, menolong dan berbuat baik kepada mereka. Apabila ustadz melihat seseorang yang tidak bisa mengerjakan shalat, bersuci dengan sempurna atau kewajibankewajiban yang lain, maka ia memberikan pengarahan, petunjuk dengan lemah lembut, sebagaimana yang telah dilakukan oleh nabi kepada orang-orang a’raby ( orang dusun ) ketika ia kencing di dalam masjid, dan bersama Mu’awiyah bin Hakam ketika dalam keadaan shalat sambil berbicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *