Harlah Ponpes Sunan Kalijaga Puyut Ke 3

Tabsyiir Kalijaga- Hari bahagia keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut Indonesia, Dusun Puyut, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo saat menginjak usianya yang ketiga harus dihadapkan dengan kehidupan adaptasi baru, akibat pandemi corona-Covid19. Namun demikian semangat pengurus dan santri berpadu dalam acara sakral ungkapan rasa syukur atas anugerah berupa tempat sumber ilmu pengetahuan agama Islam Ahlussunah Wal Jama’ah Annahdliyah itu.

Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut, Abah Busro

Dengan mengusung tema “Semangat Perjuangan Santri Di Masa Pandemi,” Harlah ke 3 Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut berlangsung sangat sakral dan syarat akan makna perjuangan dalam mempertahankan ajaran Baginda Agung Nabi Muhammad SAW ditengah pandemi. Para struktural dan para santri dan warga lingkungan serta undangan yang terbatas mengikuti gelaran acara Harlah ke 3 dengan patuh standart protokol kesehatan  dengan tetap terus memohon kepada ALLAH SWT meridhoi perjuangan para pemangku pesantren.

Kiai Muhammad Busro Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut mengatakan dalam perayaan kali ini pihak panitia sengaja mengangkat tema Harlah tersebut karena sudah merupakan hal yang sedang dihadapi saat ini.

Abah Busro Bersama Dewan Pembina Pesantren Sunan Kalijaga Puyut, Kiai Bahtiar Harmi, Kiai Muhsin dan Tokoh Ulama serta Tokoh masyarakat setempat.

“Kita semua harus sadar, meski di masa pandemi ajaran-ajaran Ahlussunah Wal Jama’ah Annahdliyah, harus tetap bisa terus diajarkan kepada generasi penerus Bangsa,” katanya usai Harlah, Kamis (17/09/2020).

Abah Busro, sapaan akrab santrinya mengungkap dalam acara Harlah pihaknya tidak melibatkan banyak peserta hanya para santri dan warga lingkungan pesantren serta tamu undangan yang dibatasi.

“Kita juga harus ikhtiar, maka demi menghindari kerumunan banyak masa kita undang hanya struktural dan santri serta warga terdekat pesantren. Jadi tidak melibatkan banyak undangan,” jelasnya.

Masih ungkap Abah Busro, kendati usia pesantren yang ia dirikan bersama para sahabat pejuangnya itu masih berumur Belia namun pihak pesantren terus meminta masukan dari pesantren yang sudah berusia lama dan tentu juga meminta nasihat dari para dewan pembina pesantren salaf yang terletak di dusun Puyut itu.

“Kita terus meminta nasihat, terus memaksimalkan ilmu Ahlussunah Wal Jama’ah Annahdliyah,” paparnya.

Sementara itu, Gus Abbas Ketua Yayasan Sunan Kalijaga Puyut Indonesia, menambahkan Harlah ke 3 ini menjadi momentum syukur dan perih getirnya perjuangan para santri di masa pandemi.

Kiai Bahtiar Harmi Saat Berikan Semangat dan Tambahan Ilmu Pada Para Mahasantri.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan terus berjuang demi tegaknya ajaran Ahlussunah Wal Jama’ah Annahdliyah,” Pungkasnya.

Sebagai informasi, hadir dalam acara tersebut Dewan Pembina Pesantren, Kiai Bahtiar Harmi, Kiai Muhsin,  Pengasuh Pondok Pesantren Abah Busro, Ketua Yayasan Gus Abbas, Sekretaris Pondok Muhammad Saifudin.

Selanjutnya pelaksanaan Harlah Ke 3 panitia sudah sangat berkerja maksimal dalam melaksanakan kegiatan itu. Mulai dari sosialisasi protokol kesehatan, istighosah, doa bersama hingga acara hiburan seperti Al Banjari, tarian Sufi dan doa untuk asrama putri yang dibangun dimasa pandemi.

Tentu hal ini menjadi sejarah istimewa bagi Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut yang menginjak usianya yang ke 3 dan harus berhadapan dengan kerasnya pandemi. Maka tepatlah jika panitia Harlah Ke 3 Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut yang mengudarakan tema “Perjuangan Santri Di Masa Pandemi”.

Wajah Syukur dan Bahagia Para Pengurus Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut Indonesia, Di Harlah Ke 3.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *